Biden: Presiden Assad Harus Segera Turun





 

 

 

 

Tekanan dunia internasional terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad makin besar setelah Wakil Presiden AS Joe Biden, Jumat (2/12), mendesak Assad segera turun demi terciptanya stabilitas di negara itu. Sebelumnya, AS dan Uni Eropa juga sepakat menerapkan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Suriah.

Pernyataan Biden tersebut diungkapkan dalam wawancara tertulis yang diterbitkan harian Hurriyet di Ankara, Turki, Jumat. ”Posisi Amerika Serikat dalam kasus Suriah sudah jelas. Rezim Pemerintah Suriah harus mengakhiri kebrutalan terhadap rakyatnya sendiri dan Presiden Assad harus turun sehingga transisi damai yang menghormati keinginan rakyat bisa terjadi,” kata Biden.

Biden sendiri tiba di Ankara, Kamis malam, dan dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Turki Abdullah Gul dan Ketua Parlemen Turki Cemil Cicek. Biden memuji peranan Turki di kawasan dalam menghadapi krisis di Suriah.

”Sudah saatnya komunitas internasional bersatu dalam mengisolasi rezim, yang telah melanggar hak asasi manusia secara sistematik dan memberangus aksi protes damai. Kami mengharapkan perluasan sanksi internasional sebagai alat untuk mendatangkan perubahan di Suriah,” papar Biden, yang juga mendesak Turki untuk menerapkan sanksi terhadap Iran.

Turki, yang berbatasan langsung dengan Suriah dan menjadi salah satu mitra dagang terbesar Suriah, telah mengumumkan sanksi ekonomi berupa pembekuan semua transaksi komersial dan pemutusan hubungan dengan Bank Sentral Suriah.

AS dan Uni Eropa (UE) juga memutuskan memperkuat sanksi ekonominya terhadap Suriah, Kamis, dengan melarang ekspor peralatan industri minyak dan gas ke Suriah serta melarang perdagangan obligasi pemerintah yang diterbitkan Suriah.

Keputusan ini disusul dengan pengumuman nama 12 warga dan 11 perusahaan asal Suriah yang dimasukkan dalam daftar hitam UE. Para individu yang masuk dalam daftar itu, termasuk Menteri Keuangan dan Menteri Perekonomian serta para pejabat senior militer Suriah, dilarang bepergian ke wilayah UE.

Sementara aset perusahaan-perusahaan yang masuk dalam tambahan daftar hitam ini, termasuk tiga perusahaan minyak, Cham Press TV, dan surat kabar propemerintah Al Watan, dibekukan.

Kejahatan kemanusiaan

Di Geneva, Swiss, Dewan Hak Asasi Manusia PBB menggelar sidang darurat untuk menanggapi situasi terkini di Suriah. Komisaris Tinggi untuk Urusan HAM PBB Navi Pillay mengatakan, pihaknya menerima laporan kredibel bahwa jumlah korban tewas di Suriah selama delapan bulan terakhir ini sudah ”jauh di atas” 4.000 orang.

Pillay mendesak Dewan Keamanan PBB segera bertindak melaporkan situasi terkini di Suriah kepada Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, karena diduga telah terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan.ANKARA, KOMPASDescription: Biden: Presiden Assad Harus Segera Turun Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Biden: Presiden Assad Harus Segera Turun


Shares News - 19.28
Read More Add your Comment 0 komentar


Stop Kekerasan atau Hadapi Perang Saudara





Suriah menghadapi perang saudara jika rezim yang berkuasa melanjutkan represi kejam terhadap para demonstran dan warga sipil, kata pejabat hak asasi manusia (HAM) PBB, Jumat (2/12/2011).

Komisaris Tinggi PBB (UNHCR), Navi Pillay, saat berbicara di Geneva, Swiss, pada sesi khusus Dewan Hak Asasi PBB di Suriah, mencatat laporan-laporan tentang "serangan bersenjata yang meningkat oleh kekuatan oposisi, termasuk oleh Angkatan Bersenjata Pembebasan Suriah, terhadap Suriah militer dan aparat keamanan". "Dalam kegagalan nyata pihak berwenang Suriah untuk melindungi warganya, masyarakat internasional perlu mengambil langkah-langkah mendesak dan efektif untuk melindungi rakyat Suriah," kata Pillay.

"Sekretaris Jenderal PBB telah mendesak masyarakat internasional untuk bertindak dan mengambil tindakan kolektif dan tegas untuk melindungi rakyat Suriah dari pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan fundamental mereka. Semua tindakan pembunuhan, penyiksaan, dan bentuk-bentuk lain kekerasan harus dihentikan segera," lanjut Pillay.

Tindakan represif pemerintah dimulai pada pertengahan Maret lalu ketika ketidakpuasan rakyat terhadap rezim yang berkuasa melanda seluruh dunia Arab. Rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah telah menyalahkan kekerasan itu pada geng bersenjata.

Pillay mengatakan, "Lebih dari 4.000 orang dilaporkan telah tewas, ribuan ditangkap, dan lebih dari 14.000 dilaporkan berada dalam tahanan sebagai akibat dari tindakan represif di Suriah itu." Dia menambahkan, banyak dari mereka harus meninggalkan rumahnya, setidaknya 12.400 orang ke negara-negara tetangga dan puluhan ribu di dalam negeri. Di antara mereka yang tewas, kata dia, terdapat 307 anak-anak.

Dia mengutip sebuah laporan yang diterbitkan Senin oleh Komisi Penyelidikan Internasional Independen, yang dibentuk Dewan Hak Asasi Manusia pada Agustus untuk menyelidiki kekerasan hak asasi manusia. Laporan itu menyimpulkan, pasukan keamanan dan militer Suriah "melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan" kepada warga sipil.

"Itu termasuk tindakan pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, dan bentuk-bentuk lain kekerasan seksual, penjara, atau bentuk lain perampasan berat atas kebebasan dan penghilangan paksa di seluruh negara itu sejak Maret tahun ini," kata Pillay.

Meskipun tidak diberi akses ke Suriah, komisi itu mewawancarai "223 korban dan saksi, termasuk pasukan militer dan keamanan yang telah membelot dan memberikan kesaksian tentang peran pasukan Suriah dalam penggunaan kekerasan yang mematikan terhadap unjuk rasa damai." GENEVA, KOMPASDescription: Stop Kekerasan atau Hadapi Perang Saudara Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Stop Kekerasan atau Hadapi Perang Saudara


Shares News - 19.22
Read More Add your Comment 0 komentar